Tag: Merawat Buah Dada

Mengencangkan Payudara

Payudara sebagian besar ditopang oleh ligament Cooper, yang berada mulai dari puting susu hingga sisi luar payudara. Otot dada terentang mulai dari sisi luar payudara  hingga ketiak sehingga payudara dapat menggantung. Karena faktor usia dan menyusui, payudara dapat tertarik membebani otot dan ligament, serta meregangkan kulit. Setelah menopause, ketika lemak tubuh berkurang, payudara akan kehilangan bobot sehingga tampak rata dan kosong. Kulit penopang akan berkurang elastisitasnya, dan payudara pun mengendur. Ketika itu terjadi, muncul kemerahan pada lipatan dibawah payudara karena tumpukan keringat ditempat itu. Hal yang perlu dilakukan adalah untuk mengatasi hal ini bagaimana cara mengencangkan payudara kembali.

Dalam mengencangkan payudara, maka jelas kita harus mengenakan bra yang tepat, terutama saat berolahraga dan setelah menjalani operasi. Selain itu, sebagai tamabahan efek mengencangkan payudara, percikannlah air dingin pada payudara sebelum mengoleskan krim khusus pada payudara. Losion pelembab akan merawat kulit, mempertahankan elastisitasnya dan mencegah garis akibat regangan. Pijatan teratur dengan gerakan usapan yang lembut akan meningkatkan kesehatan payudara, tetapi jangan mencegkram, memencet, atau menekannya terlalu dalam. Lakukanlah pengelupasan menggunakan sikat lembut atau scrub tubuh sekali seminggu. Losion AHA juga membantu mempertahankan kehalusan permukaan kulit pada bagian ini.

Latihan untuk membantu mengencangkan bentuk payudara Anda dengan melatih otot dada tepat diatas payudara dan otot deloid anterior pada bagian belakang bahu. Ulangilah setiap tahap latihan sesering Anda suka, dan lakukan latihan ini dua kali sehari.

  1. Setengah Push up
    berlututlah dalam posisi seperti anjing, kedua lengan lurus, ketakkan kedua tangan dilantai dengan jarak sedikit lebih lebar daripada bahu. Tekuklah lengan hingga dada hampir menyentuh lantai, dan luruskan lengan kembali tanpa mengunci siku
  2. Cekat punggung
    Angkatlah siku lengan kanan, lalu jatuhkan tangan ke belakang punggung. Angkatlah tangan kiri ke atas di belakang punggung, lalu pertemukanlah dengan tangan kanan. Tautkanlah dengan erat kedua tangan tersebut dan tahan selama lima detik, kemudian ulangilah untuk sisi yang lain. Jika kedua tangan Anda tidak bia bertaut, gunakanlah handuk kecil sebagai penyambung.

Tekanan isometric dalam mengencangkan payudara. Dalam posisi duduk atauu berdiri, usahakanlah punggung tetap tegak :

  1. Angkatlah kdua siku sejajar dengan bahu dan tautkan dua tangan pada jarak sekitar 10 cm di depan dada. Tekanlah sekeras Anda bisa dalam lima hitungan. Anda dapat melakukannya sambil menggenggam bola kecil.
  2. Posisikanlah kedua siku di depan tubuh Andan dan tautkan tangan tepat diatas kepala. Tekan dan tahanlah dalam lima hitungan.
  3. Tariklah kedua siku ke samping lagi, lalu tautkan tangan diatas kepala. Tekan dan tahanlah dalam lima hitungan
  4. Doronglah lengan lurus ke depan menjauhi tubuh. Pertahankalah lengan sejajar dengan bahu, tekan dan tahankanlah dalam lima hitungan.

Perawatan Payudara

Payudara dan dada merupakan bagian tubuh wanita yang dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. Bentuk payudara yang indah, kenyal dan sensual pada wanita muda apalahi jika dikenakan dengan pakaian yang tepat akan berubah seiring dengan pertambahan usia. Ditambah dengan proses menyusui, bentuk payudara yang agak jatuh dan tidak kenyal lagi akan dianggap tidak indah lagi. Hal ini membuat banyak ibu-ibu muda tidak mau menyusi bayinya hanya 1-4 bulan saja. Padahal menyusui sangat membantu memberikan asupan gizi yang sangat berharga bag pertumbuhan bayi. Saat ini tersedia perawatan payudara di spa untuk mengembalikan payudara kepada keadaan semula. Meskipun tidak akan kembali 100 persen seperti semula, namun Anda dapat merawatnya agar tidak kendur dan juga jatuh.

Perawatan payudara dilakukan intensif selama beberapa bulan, secara berkala sekali atauj dua kali dalam seminggu. Selain dilakukan perawatan di spa makan perawatan dirumah pun sebaiknya dilakukan dengan cara memberikan serum dan cream payudara dengan massage ringan tiap pagi dan malam. Sebaiknya, dilakukan jika pelanggan sudah berhenti menyusui selama lebih kurang 2 atau 3 bulan. Teknik yang sering digunakan dalam perawatan payudara dan dada di spa adalah massage dan juga masker. Penggunaan serum sangatlah disarankan karena kulit dipayudara lapisannya lebih yipis dibandingkan dengan kulit tubuh yang lainnya. Cara merawat payudara  juga dimulai dengan lulur daerah permukaan dada dan payudara. Setelah bersih maka payudara boleh dipakaikan serum dan krem payuduara, lalu kemudian dimassage dengan menarik kea rag dalam (putting) dengan gerakan memutar samabil menarik. Massage selama 5 menit lalu diberi masker clay atau semen dengan self heating mask, masker gel, mud, atau seaweed yang berfungsu membantu penyerapan serm dan cream payudara. Masker juga berfungsi membantu membentuk kembali payudara. Sebelumnya dibungkuskan dengan kain kasa melingkari payudara.

Jika menggunakan alat bantu elektrik dalam melakukan perawatan payudara dapat dilakukan sebelum pemberian masker. Gunakan alat lifting (pengencang) payudara lalu masker selama 15 sampai 20 menit. Setelah itu, gunakan bra yang mengangkat payudara selama beberapa bulan agar bentuk payudara akan naik dan menjadi kencang dan kenyal. Wanita yang merawat payudaranya akan kembali percaya diri dan sehat karena payudara lebih terawatt. Hindarkan pemakaian krem pembesar payudara tanpa memeriksakan kesehatan payudara Ana sebelumnya ke dokter. Jangan sampai ada benjolan atau pembengkakan yang tidak disafari oleh pelanggan sebelumnya.


Kelainan Pada Payudara

Kelainan pada payudara pastilah merupakan mimpi buruk bagi wanita. Percaya diri lenyap, dan tak jarang memengaruhi hubungan dengan pasangan.

Apa saja kelainan payudara dan bagaimana merawat payudara agar sehat dan indah?


Payudara ternyata juga butuh perawatan agar bisa sehat dan indah terawat. Kelainan pada payudara timbul dalam berbagai bentuk. Ada pula yang karena faktor bawaan, pula karena kelainan hormon. Menurut dr. Sonar Soni Panigoro, SpB.K-Onk dari Klinik Swadana Bedah Tumor RSCM, Jakarta, secara garis besar kelainan-kelainan pada payudara wanita terbagi dalam 5 kelompok besar, yakni:

1. Infeksi Payudara

Infeksi ini terbagi dua, infeksi pada masa menyusui dan infeksi yang umumnya sering terjadi. “Bisa akibat kuman atau virus dari luar yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya, payudara akan membengkak dan muncul keluhan rasa nyeri,” tutur Sonar. Infeksi payudara lebih sering terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Pasalnya, air susu ibu (ASI) merupakan media paling subur bagi pertumbuhan kuman-kuman penyakit. Jika ada hambatan dalam proses pengeluaran air susu, maka kuman jadi lebih mudah masuk.

“Wanita yang sedang menyusui kerap mengeluh demam. Selain itu, payudara akan terasa sakit dan memerah. Kalau infeksi sudah parah, bisa pecah seperti bisul,” tambah Sonar. Namun, bukan tak mungkin infeksi juga dialami wanita yang tidak sedang menyusui. “Ini akibat masuknya kuman pada lapisan kelenjar payudara.”

2. Kelainan Bawaan

Payudara manusia sebenarnya seperti pada binatang. Manusia memiliki 6 pasang payudara. Posisi yang akan menjadi cikal bakal payudara dimulai dari pangkal ketiak hingga selangkangan. Pada saat kehamilan 10 minggu, ini akan hilang, kecuali di kiri-kanan dada. Pada beberapa orang, fase tersebut bisa saja terhambat. “Ini dapat menyebabkan tumbuh payudara lebih dari sepasang. Oleh sebab itu, beberapa wanita memiliki payudara lebih dari sepasang. Bahkan, payudara tambahan ini kadang dilengkapi puting susu juga,” lanjutnya. Besar-kecilnya kelenjar payudara tambahan ini pun bervariasi. “Lebih sering terjadi, adanya gumpalan kelenjar payudara pada salah satu sisi ketiak. Tapi, ada pula yang kelenjar payudaranya tidak terbentuk sama sekali, atau perkembangan kedua payudara tidak berjalan normal,” tambah Sonar.

Wanita dengan kelainan seperti ini biasanya tak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Tak jarang, kelainan bawaan ini membuat wanita kehilangan rasa percaya dirinya. Dokter biasanya akan mengambil langkah operasi estetika. Menurut Sonar, munculnya kelenjar payudara tambahan ini juga perlu diwaspadai. “Soalnya, benjolan yang tumbuh sebagai payudara tambahan ini kemungkinan bisa berkembang menjadi tumor.”

3. Status Hormon

Kelainan hormonal cukup sering dikeluhkan wanita. Timbul nyeri dan pegal pada payudara. Keluhan sering terjadi menjelang atau ketika tiba masa menstruasi. “Rasa sakit bervariasi, ada yang nyeri biasa, tapi ada juga yang merasa nyeri luar biasa,” tutur Sonar.

Payudara disiapkan tubuh untuk memproduksi air susu pada akhir masa kehamilan. Ketika menstruasi, kondisi payudara dipengaruhi oleh hormon kewanitaan. “Ini yang membuat payudara terasa lebih padat dan kencang. Tak jarang disertai munculnya benjolan, selain keluar cairan dari kedua puting susu.” Sonar mengganggap kelainan hormonal ini merupakan reaksi wajar. “Kecuali bila muncul rasa sakit yang hebat, sebaiknya segera kunjungi dokter.”

4. Neoplasma-Tumor

Tumor terbagi tumor jinak dan ganas. “Selama 30 tahun ini, pasien di Indonesia lebih banyak mendatangi dokter setelah tumor yang diidapnya memasuki stadium lanjut,” ungkap Sonar. Hal itu tentu saja mengakibatkan pengobatan medis yang diberikan tidak maksimal.

5. Kelainan Lain

Salah satunya adalah trauma pada payudara. “Trauma dapat terjadi karena adanya benturan keras pada payudara,” jelas Sonar.


Copyright © Cara Membesarkan Payudara. All rights reserved.
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress